definisi kontekstualisasi

Kontekstualisasi adalah tindakan di mana situasi, peristiwa, atau fakta, baik publik atau pribadi, dimasukkan ke dalam analisis. Pahami serangkaian aspek yang saling terkait. Dalam pengertian ini, untuk memahami fenomena yang terisolasi perlu dijelaskan dalam lingkup yang lebih global.

Ini mencakup segala sesuatu yang mengelilingi fakta, ruang dan waktu di mana fakta, peristiwa, situasi itu terjadi. Jadi, kami berbicara tentang konteks Revolusi Prancis sebagai ruang dan waktu yang sangat konflik di mana protes sosial karena berbagai alasan sedang meningkat. Kita juga bisa berbicara tentang konteks di mana ceramah diberikan, atau misalnya wawancara. Itu akan menjadi momen dalam kehidupan orang-orang yang menjadi bagian dari percakapan itu, serta tempat dan segala sesuatu yang dapat ditambahkan oleh kombinasi kedua masalah ini ke dalam contoh itu: jika dua orang mengobrol di tengah jalan, itu tidak akan sama dengan jika konteksnya jauh lebih formal yang ditentukan oleh lingkungan kerja, misalnya.

Tidak diragukan lagi sangat penting untuk mempertimbangkan kontekstualisasi yang dapat dibuat dari suatu situasi karena tidak akan sama dalam dua konteks yang berbeda. Oleh karena itu, jika kontekstualisasi belum dikembangkan dengan baik, dapat dengan mudah menimbulkan kesalahpahaman dan kebingungan, serta kesalahan ilmiah dari salah tafsir sejarah (misalnya, jika unsur-unsur yang menyebabkan perkembangan sejarah dihilangkan dan diisolasi dari konteks tertentu di mana mereka muncul).

Fakta sejarah dan kontekstualisasi

Jika kita mempelajari suatu peristiwa dari masa lalu, kita dapat melakukannya dari beberapa sudut pandang yang memungkinkan. Dengan cara yang disederhanakan, kita dapat mengatakan bahwa ada dua pilihan: memahami konteks di mana peristiwa terjadi atau mendekontekstualisasikan peristiwa tersebut.

Mari kita bayangkan bahwa kita mempelajari pengorbanan manusia dari suku Aztec. Jika kita mendekontekstualisasikan mereka, kita dapat mengatakan bahwa suku Aztec adalah pembunuh yang tanpa ampun mengeksekusi korbannya. Namun, jika kita benar-benar ingin memahami fenomena ini, kita harus mengontekstualisasikannya. Dalam pengertian ini, suku Aztec menyembah Matahari sebagai dewa tertinggi. Mereka mengira bahwa jika Matahari padam, kehidupan akan lenyap. Akibatnya, mereka melakukan pengorbanan manusia untuk "menyenangkan" Matahari.

Dalam analisis sejarah, seseorang berisiko mengevaluasi masa lalu dari pola pikir masa kini. Latihan intelektual ini menyiratkan dekontekstualisasi realitas sejarah.

Teks dan konteks dalam sastra

Fenomena sastra memiliki kemiripan tertentu dengan fenomena sejarah. Sebuah novel romantis abad kesembilan belas akan dipahami jika pembaca mampu mengapresiasi segala sesuatu yang ada di sekitar novel tersebut (gaya sastra masa itu, mode, nilai-nilai estetika ...).

Identitas pribadi dan kontekstualisasi

Untuk memahami seseorang perlu dianalisis segala sesuatu yang mengelilinginya, yaitu konteks sosialnya. Akibatnya, kita akan dapat mengetahui seperti apa seseorang jika kita mengetahui realitas negaranya, tingkat budaya mereka, keluarga dan ikatan emosional mereka, kelas sosial mereka dan momen sejarah di mana mereka tinggal.

Informasi diambil di luar konteks

Dalam kegiatan jurnalistik, para profesional melaporkan beberapa fakta kepada publik. Informasi tersebut harus jujur ​​dan tepat. Namun demikian, untuk menjelaskan suatu peristiwa perlu adanya kontekstualisasi yang tepat. Tidaklah cukup untuk menyatakan apa yang telah terjadi, tetapi perlu untuk memberikan lebih banyak informasi: mengapa hal itu terjadi, untuk tujuan apa atau kepentingan apa yang ada dalam kaitannya dengan peristiwa yang terjadi.

Jika tidak semua informasi ini diberikan, isinya disajikan terlepas dari konteksnya. Hasil akhir dari pendekatan jurnalistik ini terkait dengan manipulasi informasi atau menguning.

Kontekstualisasi tidak hanya penting dalam ilmu sejarah atau ilmu sosial, tetapi sebaliknya juga berguna dalam ilmu alam atau alam. Hal ini berkaitan dengan fakta bahwa pertumbuhan atau perkembangan materi tidak akan sama jika konteks di mana ia terjadi berubah, misalnya respons elemen cair terhadap suhu yang berbeda atau kondisi lingkungan tidak sama.