definisi Anglo-Saxon America

Benua Amerika secara keseluruhan tidak homogen dari sudut pandang sejarah dan budaya. Dalam pengertian ini, seseorang dapat berbicara tentang dua blok yang berbeda: Amerika Latin dan Anglo-Saxon America. Amerika Latin (terkadang istilah Amerika Hispanik digunakan) dipahami sebagai semua negara yang dijajah oleh Spanyol dan Brasil. Sebaliknya, Anglo-Saxon America mengacu pada Amerika Serikat dan Kanada, dua negara yang awalnya terkait dengan Inggris Raya sampai mereka mencapai kemerdekaan.

Keterangan tentang konsep Anglo-Saxon America

Perbedaan antara Amerika Latin dan Anglo-Saxon America tidak cukup untuk memahami pembagian budaya dan, oleh karena itu, serangkaian pertimbangan harus ditentukan:

1) beberapa wilayah tidak berasal dari Latin atau Anglo-Saxon (misalnya, Suriname adalah koloni Belanda dan wilayah Saint Pierre dan Miquelon adalah kepulauan Prancis yang ditemukan di Amerika Utara,

2) beberapa wilayah yang saat ini dianggap sebagai bagian dari Anglo-Saxon Amerika adalah wilayah Spanyol atau Meksiko selama periode sejarah yang panjang dan

3) bagian dari wilayah Kanada saat ini memiliki akar sejarah dan budaya Prancis (di provinsi Quebec, Prancis adalah bahasa resmi saat ini).

Karakteristik Amerika Anglo-Saxon

Ciri utama dari wilayah geografis ini adalah bahasa Inggris sebagai bahasa resminya. Bahasa Inggris resmi di Amerika Serikat dan bagian Kanada yang tidak berbahasa Prancis, serta di sejumlah negara Karibia (misalnya, Jamaika, Bahama, Bermuda, atau Saint Lucia).

Anglo-Saxon America memiliki elemen pemersatu lainnya, agama Protestan. Namun demikian, Protestantisme tidaklah homogen, karena ia menghadirkan semua jenis versi (Mormon, Injili, Anabaptis atau beberapa kelompok minoritas seperti Quaker). Di sisi lain, tidak boleh dilupakan bahwa Anglo-Saxon America juga memiliki akar Katolik, terutama yang berasal dari Irlandia dan Italia.

Fenomena migrasi adalah salah satu pilar Anglo-Saxon America. Sejak awal abad ke-17, benua Amerika yang didominasi Inggris mengalami serangkaian gelombang migrasi. Awalnya, emigrasi Eropa berasal dari Inggris Raya karena alasan penganiayaan agama, tetapi selama bertahun-tahun emigrasi tersebut terutama dimotivasi oleh alasan ekonomi.

Akhirnya, keragaman etnis adalah salah satu ciri asli Anglo-Saxon Amerika. Harus diperhitungkan bahwa pergerakan migrasi yang berbeda berasal dari wilayah yang tersebar luas (pantai Atlantik Afrika adalah asal dari ras budak kulit hitam yang menghuni wilayah Amerika, di Cina terjadi migrasi penting pada abad ke-19 ke membangun rel kereta api di Amerika Serikat dan penduduk Amerika asal Eropa mencakup semua keragaman etnis di benua Eropa).

Foto: iStock - in8finity / Artindo