definisi antropologi sosial

Antropologi sosial adalah disiplin dasar pengetahuan manusia. Ilmu ini mulai berkembang secara lebih konkret sejak abad kesembilan belas. Pada tahap pertama tersebut, objek kajian yang sesuai dengan antropologi sosial adalah masyarakat pra industri. Namun seiring dengan evolusi sosial, ilmu ini juga semakin memperluas bidang studinya.

Tenaga profesional yang bekerja di bidang antropologi sosial adalah ahli dalam memperdalam ilmu budaya suatu umat

Misalnya, kajian seorang antropolog sosial dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan spesifik seperti keimanan suatu umat (yaitu, ide-ide religius), arus artistik yang dominan pada saat itu, teori pengetahuan apa yang dominan, bentuk-bentuk hubungan sosial, nilai-nilai. Dan keyakinan yang menyusun etika sosial, konvensi sosial, dan tradisi masyarakat pada tanggal tertentu. Oleh karena itu, seperti disiplin ilmu manusia lainnya, antropologi sosial merupakan harta karun yang memungkinkan manusia lebih mengenal dirinya sebagai bagian dari masyarakat tempatnya berada.

Selain itu, antropologi sosial juga menunjukkan kekayaan budaya yang ada di dunia dari perbedaan adat istiadat masyarakat yang berbeda. Dengan kata lain, budaya sebagai makanan bagi roh adalah kebaikan esensial evolusi karena ia adalah kebaikan yang beragam. Salah satu metode penelitian yang dilakukan oleh antropolog sosial adalah observasi langsung yang merupakan kunci untuk mengumpulkan data yang obyektif.

Faktor lain seperti misalnya bahasa suatu daerah sangat penting untuk dapat melakukan antropologi sosial di tempat tersebut.

Manusia adalah makhluk budaya

Makna antropologi sosial juga dimulai dari premis bahwa manusia sebagai makhluk budaya pada hakikatnya sendiri. Artinya, kecerdasan, nalar, kepekaan dan kemauan adalah kapasitas penting untuk memahami gaya hidup manusia.

Di sisi lain, sementara manusia dapat dipahami secara individual, antropologi sosial menempatkan kerangka observasi pada kelompok sebagai suatu entitas. Artinya, dalam masyarakat sebagai struktur dengan kehidupannya sendiri yang dipelihara oleh ritus, adat istiadat, norma dan fakta. Tidak mungkin memahami manusia, sebagai manifestasi dari sifatnya sendiri.

Foto: Fotolia - Antique / Bo Secher