definisi sumber-sumber sastra

Sumber daya sastra adalah seperangkat teknik, kiasan, dan pendekatan gaya bahasa yang digunakan seorang penulis untuk membuat sebuah karya sastra. Ingatlah bahwa setiap penulis berusaha untuk berkomunikasi dan, pada saat yang sama, melakukannya dengan cara yang indah dan kreatif.

Sumber daya sastra adalah berbagai cara menggabungkan kata-kata dan menciptakan gaya naratif Anda sendiri

Perangkat sastra digunakan dalam semua genre sastra, meskipun dalam puisi itulah yang paling banyak digunakan, karena bahasa puisi tidak sekadar bercita-cita untuk menggambarkan suatu realitas tetapi untuk keindahan itu sendiri.

Daftar tokoh retoris sangat luas, tetapi ada baiknya menyebutkan beberapa yang paling signifikan. Anafora terdiri dari pengulangan satu atau lebih kata. Dalam aliterasi, pengulangan memanifestasikan dirinya dalam suara. Hiperbola memiliki dimensi yang dibesar-besarkan. Metafora didasarkan pada kesamaan antara dua istilah, sesuatu yang mirip dengan apa yang terjadi dengan metonymy. Melalui ironi, kebalikan dari apa yang diungkapkan pikiran. Sapuan singkat tokoh retoris ini hendaknya tidak membuat kita lupa bahwa ada banyak yang ada: paradoks, synecdoche, periphrasis, sarkasme, oxymoron, elipsis ... Masing-masing menggunakan "rumus" yang berbeda, yaitu cara menggabungkan kata untuk pengayaan bahasa.

Sumber daya pelengkap

Meskipun figur retoris adalah elemen fundamental dari perangkat sastra, ada aspek lain dari bahasa yang berfungsi sebagai instrumen yang diperlukan untuk penciptaan. Pertama, pengetahuan tentang tata bahasa sebagai struktur umum (aturannya, tingkat bahasa yang berbeda, dll.). Dan ada juga elemen pelengkap yang merupakan bagian dari sumber literatur: pengetahuan tentang etimologi kata, nilai semantiknya, penggunaan yang benar dari tanda baca yang berbeda, penggunaan sinonim, dll. Instrumen ini mungkin tampak kurang relevan dibandingkan kiasan, tetapi penting untuk menyampaikan gagasan tanpa mengorbankan nilai estetika bahasa.

Seperti halnya pelukis yang menggunakan alat untuk berkreasi, penulis juga membutuhkan alat yang sangat beragam. Semua instrumen adalah untuk melayani kata-kata, yang pada gilirannya ditujukan untuk menggambarkan suatu realitas atau mengungkapkan perasaan dengan cara artistik yang sugestif.