definisi duniawi

Kata sifat duniawi digunakan untuk merujuk pada hal-hal sehari-hari dan hal-hal biasa, yaitu kehidupan sehari-hari. Dalam pengertian ini, kata duniawi berasal dari dunia.

Kesenangan duniawi

Konsep duniawi harus dipahami sebagai lawan dari alam yang lebih tinggi, alam spiritual. Yang duniawi dan spiritual adalah realitas antagonis. Jadi, jika kita mengacu pada kesenangan duniawi, kita mengacu pada kenikmatan makan yang enak, jalan-jalan yang menyenangkan, percakapan yang bersahabat, membaca novel yang menarik dan, pada akhirnya, hal-hal sederhana dalam hidup yang memberi kita kepuasan. Di sisi lain adalah kesenangan yang melampaui dan memiliki komponen spiritual. Dengan cara ini, nirwana sebagai hasil dari meditasi Zen adalah bentuk kesenangan yang tidak duniawi.

Arti lain dari kata tersebut

Istilah duniawi juga memiliki arti lain. Dengan cara ini, ketika seseorang menyukai kemewahan dan sering memilih lingkungan, dikatakan bahwa mereka menjalani kehidupan duniawi. Dalam pengertian ini, yang disebut masyarakat kelas atas adalah kelas sosial yang menikmati hal-hal duniawi. Dalam kasus ini, kata sifat duniawi memiliki konotasi merendahkan yang jelas, karena dikaitkan dengan kedangkalan dan kesombongan dari lingkungan halus masyarakat kelas atas.

Ide tentang dunia dan duniawi

Kata dunia setara dengan kosmos dalam bahasa Yunani. Bagi orang Yunani kuno, dunia adalah tempat yang diatur oleh kekuatan alam dan di dimensi lain ada tempat yang menyeramkan, dunia bawah. Dengan kedatangan agama Kristen, gagasan tentang dunia memperoleh dimensi baru dan dunia duniawi dipahami sebagai lawan dari dunia surgawi.

Dari perspektif Kristiani, hal-hal duniawi (duniawi) memiliki nilai yang lebih rendah daripada hal-hal duniawi

Di dunia duniawi ada ketidaksempurnaan manusia dan terutama dosa, sedangkan di dunia surgawi ada kesempurnaan dan kebenaran mutlak. Penilaian Kristen terhadap dunia ini menyebabkan segala sesuatu yang duniawi (misalnya, kesenangan) dinilai secara negatif, sebagai penyimpangan yang berbahaya atau berdosa atau sebagai godaan jiwa manusia.

Dalam doktrin Kristen, hal-hal duniawi atau duniawi (kadang-kadang dikenal dengan ungkapan "kebisingan duniawi") mewakili jalan dan usulan yang vital, tetapi jalan yang benar ditemukan di dunia surgawi.

Foto: iStock - YinYang / Martin Dimitrov