kata sifat - definisi, konsep dan apa itu

Dalam lingkup tata bahasa, kita berbicara tentang kata sifat yang merujuk pada kata sifat substantif. Di sisi lain, kata sifat digunakan untuk merujuk pada gaya sastra masing-masing penulis dalam kaitannya dengan penggunaan kata sifat itu sendiri dalam narasi.

Kata sifat substantif

Kata benda atau kata benda memiliki jenis kelamin dan nomor. Biasanya kata sifat menyertai kata benda untuk memodifikasinya dan, sebaliknya, kata sifat dan kata benda harus sesuai dalam jenis kelamin dan nomor. Proses kata sifat terjadi ketika kata sifat menggantikan kata benda.

Dalam kalimat "The young man won the match", kata sifat young telah dibuktikan dan bertindak sebagai inti kalimat dengan menyertai kata man. Dalam kalimat "Blues adalah pemain terbaik", kata biru tidak digunakan sebagai kata sifat tetapi sebagai kata benda.

Kata sifat bisa diubah menjadi kata benda jika disertai determinan. Di sisi lain, kata sifat menjadi kata benda saat kita mengetahui objek yang kita maksud. Jadi, dalam kalimat "I like yellow better", kata sifat kuning mengacu pada sesuatu yang memiliki warna ini dan sebenarnya adalah kata benda.

Kata sifat dalam sastra

Penulis perlu menggunakan kata sifat untuk memenuhi syarat realitas yang digambarkannya. Kata sifat yang memenuhi syarat mengungkapkan kualitas dan menambah nilai bermakna pada narasi. Ada novelis yang menggunakan kata sifat riang, sementara yang lain menggunakan kata sifat dengan tepat.

Dalam puisi ada tokoh retoris berdasarkan kata sifat. Angka ini adalah julukan dan terdiri dari penggunaan kata sifat yang tidak perlu. Jadi, malam yang gelap, air biru, salju putih atau semak berduri akan menjadi beberapa contoh ilustrasi.

Kata sifat itu sendiri dianggap sebagai figur retoris

Ini terdiri dari menggabungkan beberapa kata sifat untuk menyertai kata benda. Jadi, dalam kalimat "atlet itu gesit, kuat, cepat, dan energik" semua kata sifat yang digunakan memenuhi syarat kata benda tersebut. Perangkat retoris ini terutama digunakan dalam bahasa puisi.

Dalam bahasa jurnalistik, kata sifat harus moderat dan tepat, karena tujuan informasi adalah untuk menjelaskan apa yang terjadi secara obyektif dan untuk itu kata sifat harus digunakan dengan hemat.

Singkatnya, penggunaan kata sifat yang benar memperkaya teks, sementara penyalahgunaan menghasilkan distorsi pesan.

Foto: Fotolia - Drobot Dean / kaliantye