definisi keluarga inti

Keluarga adalah titik rujukan penting bagi setiap anak yang, di masa dewasa, menjadi sadar akan nilai akarnya dan selama masa kanak-kanak, tumbuh dalam lingkungan perlindungan, perhatian, dan cinta. Keluarga inti mengacu pada inti dari keintiman pribadi. Artinya, meskipun suatu kelompok keluarga bisa sangat luas karena terdiri dari kakek-nenek, paman dan sepupu, sebaliknya inti direduksi hanya menjadi orang tua dan anak-anak.

Harus diperhatikan bahwa pasangan tanpa keturunan juga dianggap sebagai anggota keluarga inti. Atau juga, kasus orang tua tunggal yang menjalankan peran ayah dan ibu dalam pengasuhan anak termasuk dalam klasifikasi ini.

Perlu ditambahkan bahwa keluarga, jauh dari entitas statis dan tidak bergerak, terus bergerak. Proses pembentukan rumah juga dikondisikan oleh keadaan lingkungan budaya.

Keluarga yang dominan

Saat ini, dalam pengaturan industri, usia di mana pasangan memutuskan untuk menikah dan memiliki anak telah ditunda. Adat istiadat agama juga telah berubah karena semakin banyak pasangan yang membentuk rumah tanpa melalui altar.

Di sisi lain, keluarga inti juga menghadapi kesulitan penting: meningkatnya jumlah kasus perceraian yang membawa serta bentuk-bentuk keluarga baru di hadapan bukti bahwa cinta bukan lagi seumur hidup (atau dalam banyak kasus, cinta tidak lagi seumur hidup). tidak). Peningkatan usia harapan hidup juga menandai kesulitan baru dalam hidup bersama sebagai pasangan.

Keluarga besar

Model ini telah menjadi model yang dominan di Barat. Perlu dicatat bahwa keluarga besar mengacu pada kelompok yang terdiri dari integrasi orang yang dicintai dan kerabat lainnya. Misalnya, keluarga besar biasa menghadiri pernikahan dan acara sejenis yang diadakan di grup itu.

Sebaliknya, tinggal bersama di rumah mewakili inti keintiman yang hanya dimiliki oleh orang tua dan anak. Hubungan keluarga ditandai dengan cinta karena orang tua menawarkan dukungan tanpa syarat kepada anak-anak mereka sepanjang hidup. Keluarga adalah suatu bentuk struktur sosial yang memiliki hukumnya sendiri (norma hidup berdampingan).

Foto: iStock - Dragan Radojevic / sturti