definisi teknik zootechnical

Zootechnics adalah disiplin ilmiah dan teknis yang bertanggung jawab untuk memelihara hewan peliharaan. Dengan cara ini, zootechnical engineer adalah profesional yang memandu aktivitas mereka di area ini. Singkatnya, kegiatannya difokuskan pada pemeliharaan dan peningkatan produksi hewan ternak.

Zootechnics dan kedokteran hewan

Zootechnical engineer bekerja dengan hewan ternak dalam dimensi produktifnya, yaitu sebagai sumber makanan bagi penduduk. Sebaliknya, dokter hewan secara eksklusif bertanggung jawab atas kesehatan hewan. Kedua profesi tersebut sangat erat kaitannya, karena dokter hewan menjaga kesehatan hewan sehingga zootechnical engineer dapat merancang strategi produksi yang memadai. Begitu pula dari ilmu zooteknik, perbaikan genetik berbagai spesies hewan, optimalisasi ternak atau inseminasi buatannya diupayakan.

Zootechnics dan kedokteran hewan memiliki begitu banyak hubungan sehingga di beberapa universitas mereka menyatukan kedua cabang ini dalam satu spesialisasi. Siswa yang menghubungkan dua cabang dalam rencana studinya fokus pada mata pelajaran seperti biologi, fisiologi, anatomi atau zoologi (mereka akan menjadi area dasar dan umum) dan, di sisi lain, area yang lebih spesifik (produksi pertanian, genetika dan reproduksi hewan. , undang-undang agraria atau manajemen perusahaan pertanian).

Bidang aksi

Seseorang dapat berbicara tentang dua bidang umum spesialisasi: produksi dan nutrisi hewan. Mengenai produksi hewan, ada bidang tindakan yang sangat luas: desain peternakan, produksi ternak, dampak lingkungan, sistem kurungan atau pertanian intensif. Berkenaan dengan nutrisi, insinyur zootechnical mencoba memastikan bahwa komposisi nutrisi spesies paling sesuai untuk komersialisasi.

Tantangan rekayasa zootechnical

Globalisasi perdagangan juga mempengaruhi aktivitas peternakan. Salah satu aspek yang paling relevan adalah menjamin keamanan dan kualitas daging hewan (misalnya sapi dan babi).

Saat ini sedang dilakukan penelitian tentang pangan organik yang dapat menyehatkan hewan ternak guna menghindari penggunaan komponen kimiawi.

Harus diperhatikan bahwa zooteknik berfokus pada produksi hewan (babi, burung atau kambing) untuk mendapatkan protein untuk konsumsi manusia. Untuk mewujudkannya, keseimbangan harus ditemukan antara dua aspek: keuntungan komersial dan keamanan pangan.