definisi multidisiplin

Dalam beberapa investigasi atau kegiatan diperlukan tenaga ahli dari berbagai subjek yang membentuk kelompok kerja. Tim-tim ini disebut multidisiplin. Karakteristik utama dari semuanya adalah sebagai berikut: menggabungkan pengetahuan dan metode yang berbeda untuk mendekati suatu masalah yang membutuhkan perspektif yang berbeda. Dengan cara ini, multidisiplin adalah interaksi terkoordinasi dari berbagai bidang pengetahuan. Oleh karena itu, kegiatan atau program multidisiplin membutuhkan kerja sama tim.

Contoh multidisiplin

Teknik mekatronika berhubungan dengan desain robot. Untuk membuat salah satunya, perlu ada koordinasi dari berbagai disiplin ilmu: elektronik, mekanik, kecerdasan buatan, desain, komputasi, dll.

Penelitian di situs arkeologi prasejarah membutuhkan pengetahuan yang berbeda: arkeologi, antropologi, genetika, geologi, kedokteran forensik, ilmu saraf, dll.

Sebuah tim sepak bola memiliki seorang pelatih dan, pada saat yang sama, serangkaian profesional yang menyumbangkan pengetahuan dan tekniknya, seperti fisioterapis, pelatih fisik, dokter, ahli gizi, dll.

Pembangunan sebuah gedung membutuhkan tenaga profesional dengan pendidikan akademis yang sangat berbeda, seperti arsitek, insinyur, tukang batu, tukang kayu atau tukang bangunan.

Dalam dunia perfilman, ada juga berbagai macam profesional yang menyumbangkan ilmunya: sutradara, aktor, penulis naskah, teknisi tata cahaya dan suara, dekorator, desainer latar, operator kamera, dan teknisi yang banyak.

Tim multidisiplin diperlukan karena realitas memiliki dimensi dan tingkatan yang berbeda

Tantangan atau masalah tertentu memiliki semua jenis dimensi. Pertimbangkan seorang dokter yang memiliki pasien dengan masalah kesehatan mental. Perbaikan pasien dapat bergantung pada banyak faktor: kebiasaan makan, penggunaan obat-obatan, terapi psikologis, dll. Kombinasi dari faktor-faktor ini dan faktor-faktor lain sangat mungkin dapat meningkatkan kualitas hidup pasien.

Manusia adalah contoh yang baik dari kombinasi berbagai realitas. Jadi, kita adalah makhluk yang dibuat menurut kriteria kimiawi dan biologis, tetapi kita juga memiliki dimensi sosial, spiritual, ekonomi, atau hukum.

Foto: Fotolia - Robert Kneschke / Danamedia