definisi rejimen

Istilah rezim mengacu dalam bidang politik pada semua jenis pemerintahan yang secara resmi didirikan untuk suatu Negara, serta mode organisasi kekuasaan yang akan dimiliki Negara tersebut. Dengan kata lain, rezim adalah bentuk atau sistem di mana suatu negara menjalankan pemerintahannya dan melalui itu ia juga dapat menanamkan nilai-nilai, sikap dan struktur etika atau pemikiran.

Sepanjang sejarah umat manusia kita dapat menemukan berbagai jenis rezim politik yang akan bervariasi terutama dalam hal akses ke kekuasaan serta pelaksanaannya. Dalam pengertian ini, rezim tipe oligarki, monarki, aristokrat dan plutokratis adalah rezim karakteristik dari Zaman Kuno hingga Modernitas. Dalam kasus Yunani Kuno kita juga dapat menemukan sistem demokrasi, tetapi lebih sebagai pengecualian dari aturan tersebut.

Sebaliknya, rezim-rezim demokrasi saat ini telah tersebar luas di seluruh penjuru dunia, meskipun demikian mereka tetap memelihara ciri-ciri khusus di masing-masing daerah. Ini pada dasarnya bisa menjadi presidensial atau parlementer sesuai dengan kekuasaan yang menjalankan fungsi sentral dalam pemerintahan. Pada saat yang sama, masih ada rezim monarki saat ini (dalam beberapa kasus, monarki parlementer seperti dalam kasus Spanyol, Kanada, Australia atau Inggris), serta rezim diktator dan satu partai di mana praktik demokrasi tidak berlaku.

Sudah umum dalam sejarah politik setiap negara untuk melihat perubahan antara berbagai jenis rezim yang bervariasi menurut waktu, dengan kebutuhan dan perhatian paling khas dari setiap momen sejarah. Dalam hal ini, Amerika Serikat adalah salah satu dari sedikit negara yang mampu mempertahankan rezim politik yang sama berdasarkan demokrasi perwakilan dan presidensial sejak awal. Biasanya, jenis rezim yang dipilih oleh masing-masing negara adalah yang menyertai nama resmi wilayah tersebut, misalnya ketika kita berbicara tentang Republik Bolivarian Venezuela, Federasi Rusia, Amerika Serikat atau Kerajaan Spanyol.