definisi persuasi

Kita dapat mendefinisikan fenomena yang dikenal sebagai persuasi sebagai kemampuan yang memungkinkan kita untuk meyakinkan seseorang tentang sesuatu, merangsang mereka untuk bertindak dengan cara ini atau itu meskipun cara bertindak itu bukanlah pilihan pertama orang tersebut. Bujukan dapat digunakan untuk tujuan positif tetapi dalam beberapa kasus, seperti pada beberapa jenis iklan, dapat dipahami sebagai cara untuk mengubah pendapat individu berdasarkan janji atau penyajian elemen yang pada kenyataannya tidak demikian.

Persuasi adalah salah satu bentuk komunikasi sosial yang didasarkan pada keyakinan yang dilakukan dari pengirim ke penerima. Persuasi dapat dicapai dengan berbagai cara, meskipun dalam banyak kasus bahasa lisan atau tulisan adalah elemen utama untuk meyakinkan karena teori dan ide persuasif yang berbeda dapat disajikan. Persuasi dianggap berhasil jika orang tersebut menerima apa yang telah disampaikan oleh orang lain kepadanya, yang berarti bahwa ia mengambil posisi yang sama sekali baru atau bahwa ia secara langsung mengubah posisi yang telah ia miliki dalam suatu masalah tertentu.

Agar fenomena persuasi bisa terjadi, orang yang melakukannya harus membangun semacam kepercayaan dengan orang yang akan dibujuk. Ini tidak berarti bahwa mereka adalah orang-orang yang mengenal satu sama lain, tetapi ini berarti bahwa orang yang membujuk berhasil menciptakan rasa aman pada orang lain sehubungan dengan apa yang dikatakan atau dikomunikasikannya. Selain itu, penggunaan bukti atau janji tentang apa yang Anda coba yakinkan juga merupakan elemen penting untuk membangkitkan persuasi tersebut. Kadang-kadang, dan tergantung pada jenis komunikasi yang dibangun, persuasi dapat bertahan lama, dalam beberapa kasus mencapai perubahan total dan transformasi kepribadian atau karakter seseorang.