definisi suara yang dimohon

Warga negara dengan hak pilih yang berada di luar wilayah nasional dapat memberikan suara melalui konsulat dan kedutaan besar negara mereka di luar negeri. Namun, untuk ini mereka perlu melakukan beberapa prosedur dan, dalam beberapa hal, mereka memohon kepada otoritas negara mereka untuk memberikan suara mereka. Oleh karena itu, prosedur ini dikenal dengan istilah voting yang diminta.

Pemungutan suara diminta di Spanyol

Saat ini, warga Spanyol yang tinggal di luar Spanyol dihadapkan pada serangkaian prosedur rumit untuk memilih. Pertama, mereka harus menghubungi Kantor Sensus Pemilihan (OCE) secara tertulis dalam tenggat waktu yang ditentukan untuk meminta pemungutan suara. Selain itu, mereka harus melakukannya melalui pos biasa. Setelah permintaan diterima, OCE mengirimkan surat suara sehingga warga dapat memilih, baik melalui surat atau di konsulat terkait.

Pemungutan suara yang diminta bukanlah modalitas tradisional di Spanyol, tetapi mulai digunakan pada tahun 2011 dengan diperkenalkannya undang-undang pemilu yang baru. Jelas, situasi ini telah menimbulkan keluhan di antara banyak warga yang tinggal di luar negeri. Ketidaknyamanannya berfokus pada beberapa aspek:

1) ini adalah sistem yang menghalangi pemungutan suara,

2) tenggat waktu yang ditetapkan pendek dan

3) terjadi keterlambatan pengiriman surat suara.

Karena itu, sejumlah besar suara dibatalkan atau banyak warga negara memutuskan langsung mencabut hak pilihnya. Keadaan ini telah menghasilkan platform protes dan, pada saat yang sama, telah diusulkan agar suara yang diminta ditekan secara definitif dan dimungkinkan untuk memberikan suara dengan sistem yang lebih sederhana dan langsung (misalnya, mendistribusikan kotak suara dan surat suara di konsulat yang berbeda di luar negeri atau melalui sistem telematik di mana pemungutan suara tradisional tidak diperlukan).

Di beberapa negara, penduduk di luar negeri dapat memilih melalui sistem telematik. Dengan modalitas ini, pemungutan suara yang diminta tidak diperlukan

Telematic voting atau electronic voting sudah digunakan di beberapa negara bagi warganya untuk memilih di luar negeri, seperti Belgia, Estonia, Amerika Serikat, Brazil atau India. Prosedurnya relatif sederhana: kotak suara elektronik dipasang di setiap konsulat, warga yang terdaftar mengidentifikasi diri mereka melalui dokumen resmi dan kemudian memilih opsi politik yang mereka inginkan melalui layar sentuh. Agar ada catatan suara yang dikeluarkan, maka dicetak bukti suara tersebut.

Meskipun jenis pemungutan suara ini secara teknis memungkinkan, beberapa ahli dalam proses pemilu menganggap bahwa itu tidak sepenuhnya aman.

Foto: Fotolia - Jpgon / Atlantis