definisi kemurahan hati

Dimengerti sebagai salah satu kebajikan yang paling penting dan melekat pada manusia, kemurahan hati dapat digambarkan sebagai sikap memberi atau memberikan diri sendiri untuk atau untuk individu atau makhluk hidup lain. Istilah kemurahan hati berasal dari bahasa Latin generosus , sebuah konsep yang mengacu pada asal usul yang mulia dan berbudi luhur dari seorang individu. Meskipun di zaman kuno kata itu lebih dari apa pun terkait dengan pertanyaan tentang garis keturunan dan bangsawan, hari ini digunakan untuk menandai kebajikan memberikan diri sendiri untuk kepentingan mereka yang paling membutuhkannya.

Kemurahan hati dapat dipahami sebagai salah satu kebajikan dan karakteristik manusia yang paling murni dan paling mulia karena selalu menyiratkan setuju untuk membantu atau membantu orang lain yang membutuhkannya secara sukarela dan tanpa memaksa siapa pun. Kemurahan hati, pada saat yang sama, dapat berarti memasuki situasi yang kurang nyaman atau tidak nyaman ketika harus memperbaiki situasi orang lain, misalnya ketika sumbangan barang berbeda yang biasanya digunakan untuk satu orang tetapi lebih diperlukan untuk orang lain.

Ada beberapa cara untuk melakukan tindakan kemurahan hati, baik itu menyumbangkan waktu, benda, uang atau bantuan atau dukungan apa pun. Dalam pengertian ini, seseorang dapat bermurah hati dalam ruang, situasi dan momen yang berbeda, baik dengan cara yang terorganisir dan telah ditetapkan sebelumnya (misalnya, ketika menjadi bagian dari organisasi amal) atau dalam kehidupan sehari-hari, secara spontan dan tiba-tiba (seperti saat membantu orang tua atau orang buta untuk menyeberang jalan).

Kebalikan dari kemurahan hati dan altruisme adalah keegoisan, sifat yang didasarkan pada sangat mementingkan diri sendiri di atas orang lain. Meskipun masyarakat saat ini menunjukkan indeks keterpusatan diri dan individualisme yang tinggi (disebabkan oleh minat pada materi dan dalam memuaskan kebutuhan sendiri), ada juga tanda-tanda solidaritas yang signifikan yang dapat diekspresikan dalam peristiwa tertentu (jika terjadi bencana) atau fakta sederhana dalam kehidupan sehari-hari.