definisi umpan balik

Dari sudut pandang semantik, umpan balik adalah istilah gabungan. Awalan retro menunjukkan mundur dalam waktu dan makanan digunakan dalam arti menyediakan atau menginformasikan dan bukan dalam kaitannya dengan nutrisi.

Tren dalam komunikasi

Umpan balik adalah fenomena komunikasi. Dapat diartikan bahwa informasi kembali dalam komunikasi yang efektif. Dalam setiap proses komunikasi ada dua elemen utama: pengirim dan penerima. Umpan balik terjadi di antara keduanya ketika penerima menanggapi pengirim.

Konsep yang kami analisis di sini digunakan dalam konteks yang sangat beragam: dalam dunia bisnis, ilmu sosial, komunikasi itu sendiri, atau psikologi. Umpan balik anglisisme digunakan sebagai sinonim dalam bahasa sehari-hari.

Skenario umpan balik internal dan eksternal

Kita dapat berbicara tentang umpan balik atau umpan balik internal, yang terjadi dalam diri kita sendiri melalui perasaan yang kita miliki tentang sesuatu. Misalkan kita menjadi gugup dalam situasi tertentu (dalam hal ini kita memiliki emosi yang mempengaruhi kita dan dari mana kita dapat menarik kesimpulan). Ada juga umpan balik eksternal, yang datang kepada kita dari konteks yang mengelilingi kita. Demikian pula, dimungkinkan untuk membedakan antara umpan balik negatif dan positif.

Yang pertama tidak memberi kami informasi yang relevan (misalnya, jika seseorang memberi tahu kami bahwa sesuatu yang telah kami lakukan salah tetapi tidak mengatakan apa-apa lagi tentang itu). Sisi positifnya, penerima memberikan informasi yang berharga kepada pengirim (misalnya, sehingga ia dapat meningkatkan dalam beberapa aspek). Jelas, umpan balik positif lebih berharga, karena dimungkinkan untuk menarik kesimpulan darinya dan mengubah strategi atau kebiasaan.

Umpan balik berguna untuk memperkaya komunikasi, baik itu dari seseorang, entitas atau sistem di mana terdapat interaksi. Pada saat yang sama, ini berfungsi sebagai penguat jika disajikan secara konstruktif.

Umpan balik tentang dinamika bisnis

Ide umpan balik dalam konteks perusahaan mengandung arti keinginan untuk berubah, yaitu ada tujuan untuk memperbaiki perilaku, layanan atau pola organisasi. Umpan balik tidak boleh disamakan dengan kritik, karena secara umum kritik (terutama jika bersifat merusak) tidak memiliki fungsi strategis

Umpan balik dimaksudkan untuk menjadi instrumen yang berguna dalam operasi perusahaan. Untuk itu, penting agar ini menjadi proses yang permanen dan bukan sesuatu yang sporadis (mengadakan dua pertemuan dalam setahun untuk menganalisis beberapa hasil tidaklah cukup dan tidak terlalu operasional). Sistem umpan balik harus diterapkan, yaitu metodologi yang ketat yang memungkinkan informasi dianalisis (mengetahui pendapat pelanggan sangat penting untuk menjaga kualitas dan membuat keputusan cepat). Umpan balik tidak boleh disamakan dengan debat permanen, karena ini adalah tentang mengevaluasi proses obyektif dan pendapat memiliki dasar empiris.