definisi rasa bersalah

Rasa bersalah adalah pertimbangan seseorang sebagai bertanggung jawab atas tindakan yang bertentangan dengan norma atau hati nuraninya sendiri.

Konsep guilt dapat dianalisis dari beberapa sudut pandang: dari ranah hukum, agama, atau perasaan pribadi.

Dalam hukum

Tindak pidana harus disertai dengan rasa bersalah yang dibentuk oleh badan hukum. Pada tataran legalitas, bagi seseorang yang akan dianggap bersalah harus memenuhi persyaratan tertentu: 1) telah mencapai usia tertentu dan oleh karena itu perlu diketahui bahwa suatu perbuatan tidak benar atau dilarang oleh undang-undang, 2) memiliki kapasitas intelektual yang memadai untuk membedakan yang baik dari yang jahat dan 3) bahwa norma hukum menetapkan hubungan eksplisit antara suatu tindakan dan hukuman atau sanksi yang sesuai.

Dalam agama Kristen dan Yahudi

Agama Kristen dan Yahudi mengandung prinsip umum: manusia dilahirkan dengan dosa asal. Ide ini didasarkan pada ketidaktaatan Adam dalam melanggar perintah Tuhan tentang buah terlarang. Dengan cara ini, manusia memiliki kecenderungan alami terhadap dosa, yang menghasilkan perasaan bersalah saat ini.

Perasaan bersalah

Terlepas dari bidang hukum dan agama, orang hidup dalam situasi di mana mereka menganggap dirinya bersalah karena beberapa alasan: karena mereka telah melakukan sesuatu yang tidak pantas, karena mereka merasa bertanggung jawab atas tindakan mereka atau karena keyakinan agama dan moral yang membuat mereka merasa tidak enak sehubungan dengan perilaku mereka.

Para psikolog menganggap bahwa mengatasi perasaan bersalah itu tidak mudah, karena ini adalah ketidaksesuaian antara apa yang kita lakukan dan apa yang kita anggap harus kita lakukan berdasarkan hati nurani kita masing-masing. Di sisi lain, beberapa doktrin menekankan gagasan rasa bersalah, yang menghasilkan rasa tidak enak batin yang mendalam antara apa yang dirasakan dan apa yang seharusnya dirasakan.

Tantangan mengatasi rasa bersalah

Dalam kebanyakan kasus kita bertanggung jawab atas tindakan kita dan, akibatnya, tidak dapat dihindari memiliki rasa bersalah jika kita telah melakukan kesalahan dan menyadarinya. Namun, terkadang perasaan bersalah adalah emosi yang tidak berdasar atau dilebih-lebihkan, yang bisa menjadi tidak sehat. Dalam kasus ini, psikolog merekomendasikan penerapan strategi untuk mengurangi atau mengarahkan kembali gagasan rasa bersalah. Tidak ada solusi pasti untuk menghilangkan perasaan bersalah, tetapi para spesialis menganggap bahwa penting untuk mengetahui cara memaafkan diri sendiri dan pergi ke terapis jika emosi ini konstan.