definisi kosong

Istilah kosong tidak diragukan lagi adalah istilah yang sangat kompleks, yang artinya dapat dianalisis baik dari sudut pandang ilmiah dan empiris sepenuhnya, serta dari sudut pandang sosial dan psikologis. Mengenai definisi spesifiknya, kekosongan adalah ketiadaan materi secara mutlak, ruang di mana tidak ada apa-apa, tidak ada makhluk hidup atau materi mati. Di planet ini, tempat-tempat kosong secara fisik sangat sulit ditemukan, meskipun sensasi kehampaan dapat ditimbulkan dengan menggunakan mekanisme tertentu.

Kekosongan fisik dan alami berkaitan dengan kekurangan materi. Ini berarti bahwa tidak ada air, tidak ada tanah, tidak ada api atau udara yang dapat berada di ruang yang diberikan. Dalam istilah ilmiah, satu-satunya tempat di mana kondisi vakum total ini ditemukan adalah tepatnya di luar angkasa yang dicapai setelah melintasi atmosfer bumi. Di sana, ketiadaan materi secara mutlak menghasilkan kondisi yang sama sekali berbeda dari yang biasa kita alami di planet ini.

Namun, ruang hampa fisik juga dapat dipahami sebagai ruang di mana tidak ada udara meskipun memiliki materi lain. Seperti kasus produk kemasan vakum. Artinya, untuk mengawetkan diri dengan lebih baik dan untuk waktu yang lebih lama, produk tersebut telah dikemas setelah semua udara di dalam wadah dikeluarkan. Banyak situasi dan keadaan lain yang juga disebut 'vakum' ada untuk menganalisis, memeriksa, atau memperoleh hasil tertentu.

Sebagaimana dikemukakan di awal, vakum bukan sekadar fenomena fisik atau alam. Dalam banyak kasus, istilah kosong digunakan untuk merujuk pada keadaan emosional atau psikologis seseorang. Merasa emosional, profesional, bekerja, atau segala jenis kekosongan berarti individu yang bersangkutan tidak menemukan dukungan untuk dipegang dan oleh karena itu merasa tersesat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat tempat ia tinggal. Seolah-olah Anda merasakan tidak adanya apa yang dengan mudah dimiliki orang lain. Situasi menyakitkan dan menyakitkan ini sangat khas dari masyarakat saat ini di mana angin puyuh kehidupan sehari-hari, stres, kurangnya komunikasi yang benar, individualisme dan materialisme adalah ciri-ciri yang berkontribusi untuk membuat kita merasa dikosongkan dari esensi pada saat-saat tertentu dalam hidup kita. Hidup kita.