definisi elektrodinamika

Dalam kehidupan sehari-hari kita menggunakan berbagai jenis peralatan listrik, seperti televisi, microwave, setrika, atau pengering rambut. Semuanya bekerja dengan listrik dan disiplin teoretis yang menetapkan prinsip fundamentalnya adalah elektrodinamika.

Dasar elektrodinamika

Di antara semua bahan yang ada, beberapa memiliki kemampuan untuk mengangkut listrik dan dikenal sebagai bahan konduktif, sedangkan bahan yang tidak dapat dilalui listrik disebut isolator. Logam memancarkan listrik karena mereka memiliki elektron bebas dalam struktur internalnya dan hal ini memungkinkan terjadinya pergerakan (semua fenomena elektrodinamik pasti menyiratkan pergerakan elektron tertentu).

Pergerakan antar elektron disebut arus listrik. Semua arus listrik terjadi melawan medan listrik yang ada dalam material tertentu.

Jika ada gerakan yang berlawanan dengan gaya listrik, ini berarti pekerjaan sedang dilakukan pada beberapa partikel

Muatan listrik yang bergerak melalui suatu penghantar dari satu titik ke titik lainnya menghasilkan beda potensial antara kedua titik tersebut akibat medan listrik yang dibangkitkan. Medan listrik menggunakan gaya yang disebut kerja dan pengukurannya dilakukan dalam joule.

Ketika elektron dalam atom mengalir bersama ke arah yang sama, listrik dihasilkan. Jumlah listrik yang dapat mengalir melalui kabel untuk waktu tertentu disebut arus listrik dan diukur dalam ampere.

Ketika listrik mengalir, kita berbicara tentang elektrodinamika dan ketika ia tetap statis, disiplin yang mempelajari fenomena jenis ini adalah elektrostatis (satuan pengukuran elektrostatika adalah coulomb dan prinsip dasarnya adalah hukum Coulomb).

Asal-usul sejarah

Listrik adalah suatu bentuk energi yang memanifestasikan dirinya dalam semua jenis fenomena alam: dalam pembentukan kilat saat badai, dalam pergerakan otot makhluk hidup, atau dalam kontak manusia dengan beberapa jaringan alam. Dalam skala kecil, fenomena jenis ini tidak terlihat dan sulit dideteksi. Pengetahuan teoritis tentang fenomena kelistrikan dimulai pada abad ke-18 dengan kontribusi dari French Coulomb atau American Benjamin Franklin.

Dari teori ke praktek, dalam beberapa tahun Italia Alessandro Volta menemukan baterai listrik dan Thomas Alva Edison bola lampu pijar.

Sementara Coulomb dianggap sebagai bapak elektrostatika, André-Marie Ampère, Michael Faraday dan James Clerk adalah pelopor elektrodinamika dan elektromagnetisme.

Foto: Fotolia - Rook76