definisi peraturan sekolah

Semua sekolah membutuhkan serangkaian aturan agar ada keteraturan yang memadai dalam proses pengajaran. Norma tersebut dituangkan dalam peraturan sekolah.

Ide dasar dari setiap peraturan sekolah adalah untuk menetapkan apa yang diperbolehkan dan, di atas semua itu, apa yang dilarang dalam kaitannya dengan perilaku guru dan siswa.

Dasar untuk berfungsinya komunitas

Peraturan sekolah adalah dokumen yang merinci secara rinci apa rezim internal yang harus mengatur pedoman perilaku seluruh komunitas pendidikan. Ada serangkaian aspek yang biasanya dikumpulkan dalam jenis dokumen ini: menghormati jadwal yang ditetapkan, perilaku apa yang tidak diperbolehkan dan sanksi yang sesuai, aturan kebersihan, serta pedoman perilaku umum dalam hubungan antara guru dan siswa.

Tujuan peraturan sekolah

Peraturan sekolah bukan sekedar seperangkat larangan tetapi harus memiliki tujuan pendidikan dan formatif. Untuk itu peraturan harus diketahui oleh siswa sedemikian rupa sehingga guru dapat menjelaskan maknanya. Mahasiswa harus memahami bahwa regulasi itu positif dan bukan rezim sanksi.

Menghormati peraturan sekolah menyiratkan asumsi batasan etika dalam perilaku individu. Jika batasan dilanggar atau tidak dihormati, ada konsekuensi yang harus diikuti. Kegagalan dalam mentaati peraturan berarti kegiatan akademik yang banyak kesulitan dan pendidikan tanpa nilai. Bagaimanapun, jenis peraturan ini harus mengakomodasi usia siswa, karena gagasan menghormati peraturan sangat berbeda dengan 6 tahun dibandingkan dengan 15 tahun.

Perubahan waktu, evolusi konsep pendidikan, penghormatan dan hak

Sepanjang sejarah, peraturan sekolah telah berubah. Di masa lalu, hukuman fisik dan disiplin yang ketat adalah hal biasa, dan saat ini peraturan berusaha untuk menghindari situasi yang tidak diinginkan (misalnya, penindasan atau tidak menghormati guru).

Dari segi sosial, ada perdebatan tentang seperti apa peraturan sekolah yang seharusnya. Seseorang dapat berbicara tentang dua posisi. Ada yang berpendapat bahwa regulasi itu harus tegas, dalam konten dan penerapannya. Sebaliknya, yang lain menganggap bahwa peraturan harus fleksibel dan penerapan praktisnya harus disesuaikan dengan keadaan setiap konteks akademik.

Akibatnya, ada dua metodologi pendidikan yang terkait dengan peraturan sekolah. Yang paling ketat menekankan pada unsur sanksi dan yang paling permisif menganggap gagasan pelarangan harus diganti dengan pencegahan dan dialog.