definisi penyerahan

Kepatuhan pada tindakan itu dipahami dengan cara seseorang menganiaya orang lain, memaksanya melakukan sesuatu yang bertentangan dengan keinginannya, memaksa, membuatnya merasa sangat buruk. Ketundukan dimulai dari perasaan sesat yang membuat seseorang (secara sadar atau tidak sadar) merasa lebih unggul dari yang lain dan menikmati perlakuan yang salah dengan kesenangan. Meskipun ketundukan antar hewan juga ada, bahaya ketundukan antar manusia terletak pada kenyataan bahwa menjadi sadar sering kali menimbulkan perasaan kecanduan atau kenikmatan yang berkembang oleh orang yang tunduk, itulah sebabnya ketundukan menjadi suatu tindakan yang umum dan semakin diperburuk.

Psikolog dan analis menggambarkan penyerahan sebagai aktivitas normal atau umum antara makhluk yang termasuk dalam komunitas yang sama atau tidak. Ketundukan tidak hanya merusak jiwa dan seringkali juga fisik orang yang mengalaminya, tetapi juga menimbulkan perasaan ketagihan akan kesenangan dan superioritas pada mereka yang melatihnya. Meskipun penyerahan mungkin tidak didasarkan pada kekerasan fisik, itu selalu melibatkan beberapa jenis kekerasan psikologis atau emosional sejak seseorang memaksa atau memaksa orang lain untuk melakukan sesuatu yang bertentangan dengan keinginannya. Lebih jauh, ketundukan selalu menyiratkan tingkat degradasi, penghinaan dan penyangkalan yang tinggi dari orang yang ditundukkan.

Ketundukan dewasa ini merupakan cara bertindak yang umum terutama di antara beberapa kelompok sosial, misalnya dari laki-laki ke perempuan, dari yang kaya ke yang rendah hati, dari mereka yang memiliki pengetahuan hingga yang tidak, dll. Namun, sepanjang sejarah Umat Manusia, manusia telah mengembangkan tindakan yang menyiratkan suatu bentuk ketundukan, bahkan pada tingkat yang tidak dapat diterima saat ini. Begitulah kasus perbudakan atau perbudakan, keduanya merupakan dua bentuk kerja paksa yang mencegah individu untuk bertindak bebas dan membuatnya tunduk pada keinginan dan praktik kekerasan dari majikannya atau mereka yang memiliki kekuasaan atas mereka. Perang juga secara historis merupakan cara yang 'dibenarkan' untuk melakukan penaklukan pada populasi yang kalah.