definisi organisasi sosial

Organisasi sosial dipahami sebagai sekelompok orang yang dibentuk dari elemen bersama, ide-ide bersama, cara pandang yang serupa dalam memandang dunia.

Selain itu, penting bagi sekelompok orang seperti itu untuk dianggap sebagai organisasi sosial yang memiliki tujuan yang ingin dicapai, baik itu solidaritas maupun privat. Ini karena organisasi sosial harus selalu ada karena suatu alasan dan bukan untuk variabel sebab akibat spontan (dalam hal ini kita tidak akan berbicara tentang organisasi sosial melainkan tentang ekspresi umum dari kelompok sosial tertentu).

Organisasi sosial ada sejak manusia mulai hidup dalam masyarakat

Meskipun ini adalah istilah yang sangat modis dan terkini, organisasi sosial dapat mengambil berbagai bentuk dan telah berlangsung sepanjang waktu. Salah satu ciri utama yang harus dimiliki organisasi sosial adalah memiliki sekelompok orang yang memiliki kesamaan elemen, kesamaan minat, nilai atau cara bertindak yang serupa dalam situasi tertentu. Pada saat yang sama, organisasi kemasyarakatan selalu didirikan dengan tujuan, misalnya untuk mengubah realitas yang ada di sekitar anggotanya, untuk berdiskusi tentang topik tertentu atau sekadar berbagi momen tertentu.

Sama seperti masyarakat dan institusi manusia yang kompleks, organisasi sosial juga bisa menjadi sangat kompleks dan bahkan menimbulkan konflik. Untuk menghindari hal ini, mereka harus memiliki sistem hierarki yang kurang lebih kaku yang mengatur berbagai tugas, menetapkan berbagai fungsi dan menandai tujuan serta hasil yang ingin dicapai.

Perbedaan antara gerakan sosial, organisasi sosial dan masyarakat sipil

Ketiga istilah ini memiliki persamaan dan perbedaan dan dalam pengertian ini dapat menimbulkan kebingungan. Sebuah gerakan sosial biasanya sekelompok besar individu yang berbagi cita-cita dan yang mencoba mengubah beberapa aspek realitas. Biasanya gerakan-gerakan ini sangat heterogen dan dicirikan oleh penentangan mereka terhadap kekuasaan yang mapan, terutama terhadap pemerintahan suatu bangsa.

Organisasi sosial memiliki serangkaian elemen:

1) individu yang membentuknya membuat entitas dengan tujuan dan minat bersama (misalnya, asosiasi budaya atau yayasan nonprofit),

2) badan hukum memperoleh bentuk hukum tertentu (koperasi, perkumpulan, dan lain-lain) dan

3) orang-orang yang membentuk entitas diatur oleh beberapa jenis aturan (misalnya, anggaran rumah tangga).

Di sisi lain, gagasan masyarakat sipil memiliki dua arti: itu adalah jenis perusahaan dan itu adalah istilah untuk merujuk pada kumpulan organisasi dan gerakan sosial.

Ragam organisasi sosial merupakan cerminan masyarakat

Masyarakat adalah kelompok manusia yang heterogen dan majemuk. Hal yang sama terjadi dengan organisasi sosial yang membentuknya. Beberapa memiliki tujuan rekreasi murni, seperti budaya atau olahraga. Yang lainnya memiliki komponen solidaritas yang kuat, seperti LSM. Beberapa memiliki tujuan ekonomi (misalnya, asosiasi bisnis).

Dalam banyak kasus, organisasi sosial berfokus pada pertahanan kelompok (misalnya, serikat pekerja atau asosiasi konsumen).

Konsep organisasi sosial dipahami sebagai model masyarakat

Pada zaman prasejarah, manusia sudah terkait berdasarkan kesamaan minat dan ikatan. Dalam pengertian ini, mereka menciptakan struktur umum atau jenis organisasi sosial, seperti suku, klan, atau gerombolan. Dengan berlalunya waktu, model organisasi baru diberlakukan berdasarkan pekerjaan beberapa (budak) dan dominasi orang lain (sistem ini dikenal sebagai perbudakan).

Pada Abad Pertengahan, tatanan feodal berdasarkan pembagian sosial berdasarkan perkebunan atau kelas didirikan. Dari Zaman Modern hingga saat ini terdapat berbagai bentuk organisasi sosial: kolonialisme, komunisme, dan kapitalisme.