definisi fungsionalisme

Kata fungsionalisme berlaku untuk berbagai disiplin ilmu dan sains, seperti sosiologi, psikologi, atau arsitektur. Di salah satu bidangnya, konsep fungsionalisme adalah pendekatan teoretis yang didasarkan pada prinsip dan perspektif yang berguna dan pragmatis, yaitu fungsional.

Fungsionalisme dalam sosiologi adalah teori umum tentang realitas sosial

Sejak tahun 1930, sosiologi sebagai disiplin ilmu diilhami oleh paradigma teoretis baru, fungsionalisme. Arus ini dipimpin oleh sosiolog seperti Talcott Parsons dan Robert Merton, yang terinspirasi oleh pemikir seperti Durkheim, Comte atau Spencer.

Ide utama dari gerakan fungsionalis adalah sebagai berikut

1) studi tentang realitas sosial sebagai sistem global, yaitu, secara keseluruhan,

2) setiap komponen atau struktur sistem sosial memiliki fungsi tertentu,

3) masyarakat berada dalam situasi yang seimbang ketika setiap struktur sosial memberikan kontribusi sesuatu yang positif untuk berfungsinya seluruh masyarakat dan

4) masyarakat harus dipahami sebagai tatanan bertingkat dan dengan sistem hierarki.

Perlu dicatat bahwa konsep fungsi dalam sosiologi diadopsi dari bidang pengetahuan lain, biologi (proses vital memenuhi suatu fungsi dan gagasan ini diekstrapolasi ke bidang masyarakat).

Fungsionalisme dalam psikologi didasarkan pada gagasan adaptasi individu terhadap lingkungan

Psikolog fungsionalis memahami pikiran dan perilaku manusia dari fungsi spesifik mereka. Dengan kata lain, suatu bentuk pengetahuan atau tingkah laku akan tetap ada selama bermanfaat. Dengan demikian, fungsionalisme dalam psikologi dipahami sebagai pendekatan pragmatis dan utilitarian.

Fungsionalisme sebagai paradigma ilmiah harus ditempatkan pada akhir abad kesembilan belas dan awal abad kedua puluh dan perwakilan utamanya adalah William James, Harvey A. Carr dan James McKeen Cattell. Ide sentral dari arus ini adalah sebagai berikut:

1) perilaku manusia harus dipahami sebagai konsekuensi logis dari mekanisme alam (gagasan ini jelas diilhami oleh pendekatan Darwin terhadap seleksi alam dan perjuangan untuk bertahan hidup yang terkuat),

2) psikologi harus menetapkan hubungan antara faktor biologis individu dan proses mental mereka dan

3) Jenis proses mental individu inilah yang memungkinkan adaptasinya ke lingkungan sosial.

Fungsionalisme dalam arsitektur mencoba memberikan jawaban yang berguna untuk kebutuhan manusia

Pada awal abad ke-20, fungsionalisme muncul sebagai respons terhadap arsitektur tradisional. Material baru diperkenalkan (misalnya, beton bertulang atau baja) dan pendekatan utilitarian diadopsi. Dengan demikian, yang penting dalam suatu bangunan gedung adalah mengedepankan masalah praktis dan fungsional, bukan aspek ornamen. Perwakilan utama adalah Walter dan Le Corbusier.

Foto: iStock - FotoMaximum / cnythzl