definisi tropik kanker

Untuk memudahkan letak ruang geografis, permukaan bumi dibagi menjadi garis-garis imajiner yang membentuk semacam jaring bola. Jala ini terdiri dari paralel (garis horizontal) dan meridian (garis vertikal).

Paralel adalah lingkaran imajiner yang dapat digambar di mana saja di permukaan bumi. Garis khatulistiwa sejajar 0 dan memungkinkan kita untuk membagi bumi menjadi belahan bumi utara dan belahan bumi selatan.

Di masing-masingnya ada dua kesejajaran penting: Tropic of Cancer di utara dan Tropic of Capricorn di selatan.

Jalur yang terletak di antara kedua daerah tropis tersebut merupakan zona intertropis dan lokasinya ditentukan oleh dua fenomena: kemiringan sumbu bumi dan translasi bumi.

Informasi minat dan keingintahuan

Adapun lokasi tepatnya, paralel ini berada pada koordinat geografis berikut: 23 derajat dan 27 menit.

Garis lintang horizontal ini melintasi beberapa wilayah: Meksiko tengah, Bahama, Afrika Utara, Semenanjung Arab, India utara, Cina, dan Taiwan.

Di kotamadya Matehuala Meksiko milik Negara Bagian San Luis Potosí ada sebuah kota kecil bernama, tepatnya, Tropic of Cancer. Di jalan yang melintasinya terdapat tugu peringatan yang mengacu pada keberadaan garis imajiner di tempat ini.

Di Bahama ada lebih dari 350 cays, Great Exuma menjadi yang terbesar dari semuanya. Terletak di distrik George Town, di mana terdapat tempat surgawi, pantai Tropic of Cancer.

Nama Tropic of Cancer, selain paralel imajiner, nama kota Meksiko dan pantai di Bahamas, judul novel terkenal oleh Henry Miller yang diterbitkan pada tahun 1934 (novel ini disertai dengan sekuel yang diterbitkan pada tahun 1938 , "Tropic of Capricorn").

Asal usul denominasi ini sudah ada sejak jaman dahulu

Di belahan bumi utara selama titik balik matahari musim panas, sinar matahari diproyeksikan secara vertikal di atas daerah tropis. Saat ini terjadi matahari memasuki rasi bintang zodiak Cancer. Penemuan gerakan ini diketahui oleh para astronom Babilonia.

Kemudian, pada abad ke-11 SM. C, Yunani Hipparchus dari Nicea maju di presesi ekuinoks. Dalam kerangka ini, Hipparchus of Niceas lah yang membagi Bumi menjadi paralel dan meridian menggunakan konsep lintang dan bujur.

Foto: Fotolia - jktu_21