definisi lumpur

Lumpur adalah tanah lembab yang diekstraksi dari urat nadi bumi di pegunungan. Tanah ini diperoleh dari apa yang disebut tanah liat.

Dari sudut pandang budaya, tanah liat dikaitkan dengan seni tembikar, suatu kegiatan yang saat ini sangat dekoratif, tetapi selama ribuan tahun telah menjadi hal mendasar di sebagian besar peradaban. Sejak zaman kuno, pembuat tembikar telah membuat segala macam benda dari tanah liat: dimaksudkan untuk memudahkan kehidupan sehari-hari, untuk menyimpan produk, untuk konstruksi atau sebagai benda dekoratif.

Kepingan tanah liat dari tembikar kuno memiliki nilai sejarah saat ini, karena para arkeolog dapat mempelajari kehidupan sehari-hari suatu masyarakat dan budaya mereka dengan mempelajari tentang patung tanah liat yang mereka buat dan teknik yang mereka gunakan untuk membuatnya.

Demikian pula, kita tidak boleh lupa bahwa tanah liat menjadi elemen penting untuk mempromosikan kreativitas manual pada anak-anak dan orang dewasa; bahkan penyandang tunanetra pun dapat membuat figur dengan menggunakannya, karena memiliki karakteristik yang ideal.

Clay dalam bahasa sehari-hari dan di berbagai bidang masyarakat

Kehadiran lumpur biasanya dikaitkan dengan kotoran dan oleh karena itu istilah lumpur digunakan untuk mengungkapkan gagasan dengan konotasi negatif. Jadi, ketika seseorang didiskreditkan karena alasan apa pun, dikatakan namanya terseret di lumpur.

Dari sudut pandang budaya dan sosial, lumpur hadir dalam segala bentuk manifestasi: pertarungan lumpur, perlombaan lintas alam atau bersepeda gunung, cobaan, dll. Dalam semua kegiatan ini, lumpur memberikan kesulitan teknis yang menjadi kunci untuk membuat kegiatan olahraga atau rekreasi jenis ini lebih menarik.

Lumpur adalah zat dengan sifat terapeutik. Manfaatnya sangat terkenal: meningkatkan sirkulasi, berfungsi sebagai pelemas otot dan digunakan untuk meredakan nyeri sendi tertentu (saat ini terapi lumpur banyak digunakan di spa dan pusat kesehatan alternatif).

Juga tidak boleh kita lupakan keberadaannya di bidang kosmetik, terutama yang berkaitan dengan perawatan kulit, karena tanah liat berperan sebagai disinfektan dan detoksifikasi. Tentu saja, tidak semua lempung cocok untuk kosmetik (yang paling banyak digunakan dikenal sebagai tanah liat putih atau kaolin, tetapi bentonit, smektik atau yang tahan api juga digunakan, masing-masing dengan sifat khusus).

Manfaat lumpur baik untuk terapi penyembuhan maupun untuk masalah estetika memiliki alasan dengan dasar ilmiah: mineral yang dikandungnya bermanfaat bagi tubuh (silika memperkuat jaringan tertentu tubuh manusia, magnesium menyediakan vitamin dan kalsium yang mendukung tulang).

Foto: iStock - reporter franc