definisi pertanian

Tanah yang diolah untuk produksi pangan

Ini ditetapkan dengan istilah Pertanian untuk pengolahan atau penanaman tanah dan itu juga mencakup semua pekerjaan yang berkaitan dengan perawatan tanah dan penanaman sayuran . Sementara itu, kegiatan pertanian sebagaimana tugas-tugas tersebut di atas biasanya ditujukan pada produksi pangan dan perolehan buah-buahan, sayur-sayuran, sayur mayur, dan serealia.

Pertanian akan selalu melibatkan transformasi lingkungan untuk memenuhi kebutuhan manusia akan makanan dan ini, tanpa diragukan lagi, inilah yang akan membedakannya dari makhluk hidup lainnya. Nilai besarnya terletak pada titik ini tepatnya karena mampu memasok seluruh penduduk dengan makanan yang dihasilkannya.

Sebuah engsel dalam sejarah

Memang, perkembangan pertanian menyiratkan lompatan besar bagi umat manusia . Menurut apa yang para sejarawan informasikan kepada kita, pada periode Neolitik, manusia beralih dari melakukan kegiatan seperti memancing, mengumpulkan dan berburu menjadi melakukan tugas pertanian dan peternakan seperti yang disebutkan, sedangkan gandum dan jelai mereka adalah tanaman pertama yang dibudidayakan oleh manusia di periode substansial ini.

Diasumsikan bahwa manusia mulai mempraktikkan pertanian sebagai akibat dari beberapa perubahan iklim yang kembali ke suhu yang jauh lebih beriklim sedang dan makanan serta hewan buruan semakin langka di beberapa daerah.

Perubahan substansial yang dihasilkannya

Kemudian, dengan munculnya pertanian, selain menghargai perubahan ekonomi dan demografis seperti peningkatan ketersediaan pangan dan oleh karena itu dalam populasi dunia, juga, efek dari aktivitas pertanian akan sangat dihargai di bidang sosial, yang berdampak terutama. dalam cara hidup masyarakat yang sampai saat itu dicirikan oleh nomadisme mereka tetapi sejak saat itu mereka menjadi lebih tidak berpindah-pindah, juga mulai mempertimbangkan kepemilikan pribadi daripada real estat.

Pengaruh teknologi menghasilkan kemajuan yang luar biasa

Saat ini, aktivitas menikmati kemegahan yang unik dan terkait erat dengan pengenalan teknologi baru dalam pekerjaan.

Pertanian tidak berhenti berkembang secara positif dalam semua aspeknya sejak praktik pertamanya, hingga saat ini telah ada teknik rotasi tanaman, peningkatan teknologi secara umum, penciptaan sistem irigasi yang canggih dan produk pupuk yang memungkinkan peningkatan produksi secara eksponensial.

Mereka yang terlibat dalam pekerjaan pertanian memanfaatkan teknologi dan rekayasa genetika untuk meningkatkan produktivitas tanah dan tanaman. Selain itu, ilmu pengetahuan telah bekerja sama untuk membuat benih lebih tahan terhadap hama dan dapat beradaptasi dengan iklim dan tanah yang berbeda.

Semua ini hanya menjadikan pertanian sebagai salah satu sektor ekonomi yang paling relevan, ini populer disebut sektor pertama karena alasan ini dan tentu saja memiliki pengaruh langsung pada sektor ekonomi lainnya.

Kepentingan politik dan makna simbolis

Relevansi ini telah menjadikan pertanian sebagai bidang kepentingan politik, semua negara mempraktikkannya pada tingkat yang lebih besar atau lebih kecil, dan keberhasilan atau kegagalannya terkait erat dengan atau tidaknya pembangunan bangsa itu, misalnya, sangat penting bahwa negara-negara tersebut memiliki kebijakan pertanian terkait yang membuat sektor ini tumbuh.

Dan kita tidak dapat mengabaikan makna simbolis yang dimilikinya bagi banyak budaya, terutama yang pertama menghuni bumi, yang dikaitkan dengannya, kemampuan mengolah tanah dengan cara yang memuaskan, yang menjadi indikator yang sangat jelas dari kemakmuran suatu daerah.

Situasi ini kemudian secara tepat mengelilinginya dengan ritual dan upacara khusus yang dimaksudkan untuk mengintensifkan produksinya.

Misalnya, budaya Yunani memberikan nilai yang tinggi pada aktivitas tersebut sehingga dalam rangkaian mitos dan legenda kita menemukan Demeter, dewa pertanian.